{"id":957,"date":"2026-06-14T05:56:30","date_gmt":"2026-06-14T05:56:30","guid":{"rendered":"https:\/\/lalapatio.id\/berita\/?p=957"},"modified":"2026-06-14T05:56:30","modified_gmt":"2026-06-14T05:56:30","slug":"resep-kue-pukis-cara-membuat-kue-tradisional-yang-lezat-dan-mudah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lalapatio.id\/berita\/resep-kue-pukis-cara-membuat-kue-tradisional-yang-lezat-dan-mudah\/","title":{"rendered":"Resep Kue Pukis: Cara Membuat Kue Tradisional yang Lezat dan Mudah"},"content":{"rendered":"<h1>Resep Kue Pukis: Cara Membuat Kue Tradisional yang Lezat dan Mudah<\/h1>\n<p>Indonesia, dengan warisan kulinernya yang kaya, menawarkan beragam kue tradisional yang disukai banyak orang. Diantaranya, Kue Pukis menonjol sebagai pilihan populer. Rasanya yang nikmat dan teksturnya yang empuk menjadikannya camilan favorit di segala kesempatan. Pada artikel ini, kita akan mendalami detail Kue Pukis, menelusuri sejarah, bahan-bahan, dan langkah demi langkah persiapannya untuk membuat suguhan lezat ini di rumah dengan mudah.<\/p>\n<h2>Sejarah Kue Pukis<\/h2>\n<p>Kue Pukis berasal dari Banyumas, Jawa Tengah, dan telah dikenal secara nasional karena rasanya yang lezat dan kemudahan pembuatannya. Ini sering dijual di pasar jalanan dan dibuat secara tradisional menggunakan wajan khusus dengan cetakan setengah lingkaran. Kue ini mencerminkan kekayaan budaya Indonesia, memadukan bahan-bahan lokal dengan pengaruh zaman kolonial, menghasilkan hidangan serbaguna yang dapat disesuaikan dengan berbagai rasa dan topping.<\/p>\n<h2>Bahan yang Dibutuhkan<\/h2>\n<p>Membuat Kue Pukis tidak memerlukan banyak bahan. Berikut adalah daftar bahan-bahannya:<\/p>\n<h3>Bahan Utama:<\/h3>\n<ul>\n<li>250 gram tepung terigu serbaguna<\/li>\n<li>200 gram gula pasir<\/li>\n<li>3 butir telur ayam<\/li>\n<li>1 sendok makan ragi instan<\/li>\n<li>400 ml santan, matang<\/li>\n<li>50 gram margarin, lelehkan<\/li>\n<li>1\/2 sendok teh garam<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Bahan Topping (Opsional):<\/h3>\n<ul>\n<li>Keju parut<\/li>\n<li>Cokelat meses<\/li>\n<li>Selai kacang atau selai buah<\/li>\n<li>Potongan kacang almond atau kenari<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Alat yang Diperlukan<\/h2>\n<p>Untuk membuat Kue Pukis, Anda memerlukan beberapa peralatan dapur, seperti:<\/p>\n<ul>\n<li>Mangkuk besar<\/li>\n<li>Mixer listrik atau whisk<\/li>\n<li>Sendok sayur<\/li>\n<li>Cetakan kue pukis (bisa diganti dengan cetakan kue cubit)<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Langkah-Langkah Membuat Kue Pukis<\/h2>\n<h3>1. Persiapan Starter<\/h3>\n<ul>\n<li>Campurkan ragi instan dengan sedikit air hangat (sekitar 50 ml).<\/li>\n<li>Tambahkan satu sendok teh gula pasir, lalu aduk hingga rata.<\/li>\n<li>Diamkan sekitar 10 menit hingga campuran berbuih. Ini menunjukkan bahwa ragi aktif dan siap digunakan.<\/li>\n<\/ul>\n<h3>2. Membuat Adonan<\/h3>\n<ul>\n<li>Dalam mangkuk besar, kocok telur dan gula pasir menggunakan mixer hingga mengembang dan berwarna pucat.<\/li>\n<li>Masukkan campuran tepung terigu dan garam sedikit demi sedikit sambil terus dikocok hingga rata.<\/li>\n<li>Tuang santan yang telah matang secara perlahan sembari terus diaduk.<\/li>\n<li>Masukkan margarin yang telah dilelehkan, aduk hingga adonan rata dan tidak ada yang menggumpal.<\/li>\n<li>Tambahkan starter ragi yang telah disiapkan sebelumnya ke dalam adonan, aduk rata.<\/li>\n<\/ul>\n<h3>3. Fermentasi<\/h3>\n<p>Tutup wadah dengan serbet bersih dan diamkan selama 30-45 menit di tempat hangat hingga adonan mengembang dua kali lipat. Proses ini penting untuk mendapatkan tekstur kue yang lembut dan empuk.<\/p>\n<h3>4. Memasak Kue Pukis<\/h3>\n<ul>\n<li>Panaskan cetakan kue pukis di atas api kecil. Olesi dengan sedikit margarin atau minyak.<\/li>\n<li>Setelah cetakan panas, tuangkan adonan ke dalam setiap cetakan hingga 3\/4 penuh.<\/li>\n<li>Tambahkan topping sesuai selera di atas adonan.<\/li>\n<\/ul>\n<h3>5. Penyelesaian<\/h3>\n<ul>\n<li>Tutup cetakan dan panggang hingga bagian bawah kue berwarna kecokelatan dan bagian atasnya matang sempurna, sekitar 3-5 menit.<\/li>\n<li>Angkat dan dinginkan sebentar sebelum disajikan.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Tips dan Variasi<\/h2>\n<ul>\n<li><strong>Variasi Rasa:<\/strong> Selain topping klasik, Anda dapat menambahkan pasta pandan dalam adonan untuk membuat Kue Pukis dengan aroma khas pandan yang harum.<\/li>\n<li><strong>Mengganti Santan:<\/strong> Bagi mereka yang vegan atau intoleran terhadap santan, susu almond dapat dijadikan alternatif.<\/li>\n<li><strong>Hemat Waktu:<\/strong> Double batch adonan dan simpan di lemari es selama maksimal sehari jika Anda ingin membuat Kue Pukis dalam jumlah besar untuk acara tertentu.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Manfaat Menikmati Kue Pukis<\/h2>\n<p>Nikmati Kue Pukis sebagai<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Resep Kue Pukis: Cara Membuat Kue Tradisional yang Lezat dan Mudah Indonesia, dengan warisan kulinernya yang kaya, menawarkan beragam kue tradisional yang disukai banyak orang. Diantaranya, Kue Pukis menonjol sebagai pilihan populer. Rasanya yang nikmat dan teksturnya yang empuk menjadikannya camilan favorit di segala kesempatan. Pada artikel ini, kita akan mendalami detail Kue Pukis, menelusuri [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[365],"class_list":["post-957","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel","tag-resep-kue-pukis"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lalapatio.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/957","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lalapatio.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lalapatio.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lalapatio.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lalapatio.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=957"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/lalapatio.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/957\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":959,"href":"https:\/\/lalapatio.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/957\/revisions\/959"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lalapatio.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=957"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lalapatio.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=957"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lalapatio.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=957"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}