{"id":921,"date":"2026-05-21T01:53:41","date_gmt":"2026-05-21T01:53:41","guid":{"rendered":"https:\/\/lalapatio.id\/berita\/?p=921"},"modified":"2026-05-21T01:53:41","modified_gmt":"2026-05-21T01:53:41","slug":"resep-lezat-dadar-gulung-panduan-langkah-demi-langkah-membuat-tradisional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lalapatio.id\/berita\/resep-lezat-dadar-gulung-panduan-langkah-demi-langkah-membuat-tradisional\/","title":{"rendered":"Resep Lezat Dadar Gulung: Panduan Langkah-demi-Langkah Membuat Tradisional"},"content":{"rendered":"<h1>Resep Lezat Dadar Gulung: Panduan Langkah-demi-Langkah Membuat Crepes Tradisional Indonesia<\/h1>\n<h2>Perkenalan<\/h2>\n<p>Dadar Gulung, makanan penutup Indonesia yang populer, adalah suguhan lezat yang menyajikan crepes tipis berwarna hijau yang diisi dengan kelapa manis. Sering disajikan pada upacara tradisional dan pertemuan keluarga, crepes ini disukai karena warnanya yang cerah dan rasanya yang tak tertahankan. Baik Anda seorang juru masak berpengalaman atau pemula, panduan ini akan memandu Anda melalui proses pembuatan hidangan tradisional ini di dapur Anda sendiri. <\/p>\n<h2>Pengertian Dadar Gulung<\/h2>\n<h3>Apa itu Dadar Gulung?<\/h3>\n<p>&#8220;Dadar&#8221; diterjemahkan menjadi &#8220;telur dadar&#8221; atau &#8220;pancake&#8221;, sedangkan &#8220;gulung&#8221; berarti &#8220;menggulung&#8221;. Jadi Dadar Gulung mengacu pada crepes yang digulung. Komponen utama dari hidangan penutup ini adalah daun pandan, yang memberikan warna hijau khas dan aroma yang nikmat. Isiannya biasanya terdiri dari kelapa parut segar yang direbus dengan gula palem dan sedikit garam, menciptakan keseimbangan sempurna antara manis dan gurih.<\/p>\n<h3>Signifikansi Budaya<\/h3>\n<p>Dadar Gulung bukan sekadar suguhan selera; itu membawa signifikansi budaya. Di Indonesia, hijau melambangkan kesuburan, pertumbuhan, dan keharmonisan, selaras dengan nilai-nilai tradisional yang dijunjung tinggi dalam perayaan dan berbagai upacara.<\/p>\n<h2>Bahan Penting<\/h2>\n<p>Untuk membuat Dadar Gulung, siapkan bahan-bahan berikut ini:<\/p>\n<h3>Untuk Crepes:<\/h3>\n<ul>\n<li><strong>100 gr tepung serbaguna<\/strong><\/li>\n<li><strong>1 butir telur besar<\/strong><\/li>\n<li><strong>250 ml santan<\/strong><\/li>\n<li><strong>1\/4 sendok teh garam<\/strong><\/li>\n<li><strong>2 sendok makan jus pandan<\/strong> (dibuat dengan mencampurkan daun pandan dengan air lalu disaring)<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Untuk Mengisi:<\/h3>\n<ul>\n<li><strong>200 gr kelapa parut<\/strong><\/li>\n<li><strong>150 gr gula palem<\/strong> (cincang halus)<\/li>\n<li><strong>50ml air<\/strong><\/li>\n<li><strong>1\/4 sendok teh garam<\/strong> <\/li>\n<\/ul>\n<h3>Alat yang Anda Butuhkan:<\/h3>\n<ul>\n<li><strong>Wajan anti lengket<\/strong><\/li>\n<li><strong>Blender atau pengolah makanan<\/strong><\/li>\n<li><strong>Saringan<\/strong><\/li>\n<li><strong>Mangkuk pencampur<\/strong><\/li>\n<li><strong>Sudip<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<h2>Petunjuk Langkah demi Langkah<\/h2>\n<h3>Mempersiapkan Crepes Pandan<\/h3>\n<ol>\n<li>\n<p><strong>Membuat Ekstrak Pandan<\/strong>: Haluskan daun pandan segar dengan sedikit air. Saring untuk mengekstrak sarinya, yang memberi warna hijau khas pada adonan.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p><strong>Siapkan adonan<\/strong>: Dalam mangkuk pencampur, campurkan tepung dan garam. Tambahkan santan sedikit demi sedikit, aduk hingga rata. Kocok telur dan jus pandan, pastikan adonan tidak menggumpal.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p><strong>Memasak Crepes<\/strong>: Panaskan wajan anti lengket dengan api sedang. Tuang sesendok kecil adonan ke dalam loyang, miringkan untuk menyebarkan adonan tipis-tipis. Masak selama 2 menit hingga pinggirannya mudah terangkat, lalu balik dan masak selama satu menit lagi. Pindahkan ke piring.<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<h3>Membuat Isian Kelapa Manis<\/h3>\n<ol>\n<li>\n<p><strong>Larutkan Gula Aren<\/strong>: Dalam panci dengan api sedang, campurkan gula palem cincang dan air. Aduk hingga gula larut.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p><strong>Masak Kelapa<\/strong>: Tambahkan kelapa parut dan sedikit garam ke dalam wajan. Aduk campuran hingga tercampur rata dan panaskan, sekitar 5 menit.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p><strong>Dinginkan Isinya<\/strong>: Biarkan adonan agak dingin sebelum mengisi crepes.<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<h3>Merakit Dadar Gulung<\/h3>\n<ol>\n<li>\n<p><strong>Isi Crepesnya<\/strong>: Letakkan sesendok isian kelapa manis di salah satu tepi krep.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p><strong>Gulung Crepes<\/strong>: Lipat sisi-sisinya ke dalam dan gulung rapi untuk menutupi isinya, mirip dengan menggulung lumpia.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p><strong>Sajikan dan Nikmati<\/strong>: Tata Dadar Gulung di piring saji. Mereka dapat dinikmati hangat atau pada suhu kamar sebagai hidangan penutup atau camilan yang lezat.<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<h2>Tips Menyempurnakan Dadar Gulung Anda<\/h2>\n<ul>\n<li><strong>Gunakan Bahan Segar<\/strong>: Pilihlah kelapa dan daun pandan segar berkualitas tinggi untuk mendapatkan rasa dan aroma terbaik.<\/li>\n<li><strong>Kendalikan Panasnya<\/strong>: Masak crepes dengan api sedang agar tidak kecoklatan dan memastikan warna hijau seragam.<\/li>\n<li><strong>Sesuaikan Konsistensi<\/strong>: Jika adonan<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Resep Lezat Dadar Gulung: Panduan Langkah-demi-Langkah Membuat Crepes Tradisional Indonesia Perkenalan Dadar Gulung, makanan penutup Indonesia yang populer, adalah suguhan lezat yang menyajikan crepes tipis berwarna hijau yang diisi dengan kelapa manis. Sering disajikan pada upacara tradisional dan pertemuan keluarga, crepes ini disukai karena warnanya yang cerah dan rasanya yang tak tertahankan. Baik Anda seorang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[317],"class_list":["post-921","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel","tag-resep-dadar-gulung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lalapatio.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/921","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lalapatio.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lalapatio.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lalapatio.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lalapatio.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=921"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/lalapatio.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/921\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":923,"href":"https:\/\/lalapatio.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/921\/revisions\/923"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lalapatio.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=921"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lalapatio.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=921"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lalapatio.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=921"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}